24 Januari 2008
obat panas
Meski umumnya tidak berbahaya, ada beberapa hal yang harus dicermati.
KLIK - Detail Yang disebut demam, menurut Dr. Widodo Judarwanto, Sp.A, di mana terjadi kenaikan suhu tubuh hingga 38 derajat C atau lebih. Kalau lebih dari 40 derajat C, disebut demam tinggi atau hiperpireksia, jelas dokter dari RS Bunda Jakarta ini.
Batasan demam memang tergantung usia dan jenis pengukuran yang dilakukan. Pengambilan suhu sebaiknya dengan termometer di ketiak, mulut, atau dubur. Batasannya berbeda-beda. Jika lewat dubur, demam jika suhu di atas 38 derajat C, lewat ketiak di atas 37,2 derajat C, dan lewat oral sekitar 37,6 derajat C.
Pada anak, suhu dari dubur merupakan standar dan lebih dipercaya, karena ada perbedaan kurang lebih 0,5-1 derajat C dibanding suhu ketiak atau mulut. Tapi kalau orangtua tak pengalaman mengukur lewat dubur, sebaiknya lakukan cara lain. Masalahnya, bisa-bisa dubur anak jadi lecet atau kena iritasi. Terutama bayi.
Sebaiknya, saran Widodo, mengukur suhu tidak dilakukan sehabis makan atau melakukan aktivitas. Melainkan dalam keadaan istirahat, karena pembentukan panas oleh tubuh merupakan hasil metabolisme tubuh.
HANYA GEJALA
Demam terjadi bila pembentukan panas melebihi pengeluaran panas. Banyak yang beranggapan, demam disebabkan infeksi. Padahal, banyak keadaan yang dapat menimbulkan demam. Sementara demam yang berhubungan dengan infeksi paling hanya 29 52 persen, urai Widodo. Penyakit infeksi yang terbanyak menimbulkan demam adalah infeksi saluran napas akut (ISPA), demam berdarah dengue, demam tifoid, serta malaria (pada daerah endemis). Demam yang terjadi tiba-tiba dan sangat tinggi biasanya disebabkan oleh virus.
Meski begitu, tinggi-rendahnya panas bukan pertanda serius-tidaknya penyakit. Ada penyakit infeksi yang berbahaya tapi panasnya tidak tinggi, misalnya infeksi paru-paru. Ada juga penyakit virus yang tidak berbahaya tapi panasnya tinggi, bisa sampai 40 derajat C. Nah, untuk mengetahui serius-tidaknya penyakit, sebaiknya ke dokter.
Sejak dulu, demam merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan sehingga sering menjadi alasan orangtua untuk membawa si kecil ke dokter. Bahkan orangtua kerap menyamakan tingginya demam dengan beratnya penyakit. Padahal, demam sebetulnya merupakan mekanisme pertahanan tubuh menghadapi infeksi yang masuk. Demam hanyalah gejala, bukan diagnosis, tandas Widodo. Umumnya demam tidak berbahaya,
kecuali demam tinggi.
Suhu tubuh diatur di susunan saraf pusat, yaitu set-point hipotalamus, di mana pembentukan dan pengeluaran panas diatur supaya seimbang. Di tempat dingin, pembentukan panas bertambah, sementara pengeluaran panas berkurang. Begitu pula sebaliknya.
Demam terjadi sebagai respon tubuh terhadap peningkatan set-point. Namun ada pula peninggian suhu tubuh akibat pembentukan panas berlebihan tanpa disertai peningkatan set-point. Misalnya, pada penderita gondok atau keracunan aspirin.
Demam pada bayi dan anak juga berbeda, karena kemampuan meningkatkan set-point yang berbeda. Pada bayi kurang dari 3 bulan, jarang suhu tubuhnya sampai lebih dari 40 derajat C. Sementara bayi kurang dari 2 bulan, lebih sering menunjukkan demam minimal atau tidak demam saat menderita infeksi.
Infeksi serius Streptococcus grup B pada bayi kurang dari 3 bulan, misalnya, lebih ditunjukkan oleh penampakan yang lain dari biasanya. Misalnya, bayi tiba-tiba tidak mau menetek, susah tidur, rewel, atau menangis terus. Pada anak usia lebih dari 3 bulan, makin tinggi suhu makin mungkin disebabkan infeksi serius, misalnya oleh Haemophyllus influenzae yang menyebabkan radang otak. Setelah anak berumur 3 tahun lebih, jarang terjadi radang otak karena ia telah mempunyai kekebalan alami. Pada usia ini, demam sering disebabkan oleh infeksi saluran napas akut atau infeksi virus. Termasuk demam berdarah atau demam tifoid.
OBAT PENURUN PANAS
Untuk mengatasi demam, bisa diberikan obat penurun panas. Sebaiknya hanya diberikan jika suhunya di atas 38,9 derajat C karena di suhu ini fungsi-fungsi tubuh sudah bisa terganggu. Demam dengan kejang (stuip) seringkali juga membuat orangtua cemas sehingga anak diberi obat penurun panas yang berlebihan. Padahal, belum tentu anak perlu obat panas, kata Widodo. Kejang demam sebetulnya tidak terjadi pada semua anak, hanya di bawah 10 persen. Kita harus curiga bisa terjadi pada anak jika ada orang tua atau saudara yang punya riwayat kejang.
Pada anak yang punya bakat kejang, suhu 38,5 atau 39 derajat C saja sudah bisa membuatnya kejang. Pemakaian sendok saat anak stuip sebaiknya juga harus berhati-hati. Yang penting, saat anak stuip, jalan napas harus bebas dari semua benda, seperti makanan. Bisa dengan membersihkan mulut maupun dengan melonggarkan pakaian anak.
Opini di sebagian masyarakat bahwa demam pada anak adalah proses anak menjadi lebih besar dan lebih pintar juga sering menjadi kendala. Karena opini yang salah ini, anak jadi terlambat dibawa ke dokter. Yang juga harus diperhatikan adalah efek obat penurun panas. Apa pun, yang namanya obat pasti ada efek sampingnya, tegas Widodo. Yang sering terjadi adalah terganggunya fungsi lever (hati). Namun selama dosis dan jangka pemberiannya sesuai aturan, tidak berbahaya. Yang berbahaya adalah jika dosisnya kelebihan atau intervalnya terlalu cepat. Interval pemberian obat penurun panas sebaiknya jangan kurang dari 4 jam, meski ada juga jenis obat penurun panas yang interval pemberiannya tidak boleh kurang dari 6 jam.
bila
21 Januari 2008
kidung Malam
Dendam Baru Telah Tumbuh
Ketika Kumbayana menemui sahabatnya yang sudah menjadi raja
(lukisan Herjaka tahun 2000)
Lama kedua sahabat itu berpelukan, rasa sesal Sucitra semakin dalam masuk di hatinya. Mengapa ia menempatkan jabatan berada jauh di atas sebuah perasahabatan. Baru sekarang ia menyadari dan merasakan bahwa ketulusan persahabatan lebih indah dan mulia dibandingkan dengan sebuah jabatan. Sedangkan bagi Kumbayana, ada perasaan kecewa yang amat membekas, mengapa waktu menemui Sucitra yang sudah menjadi raja, ia memperlakukannya sebagai sahabat lama. Padahal sebagai anak raja, ia tahu bagaimana subasitanya menghadap raja yang sedang bertahta.
“Kakang Kumbayana engkau pasti tidak dapat menggambarkan seberapa besar dan dalam rasa sesalku. Karena jika pun aku harus memohon ribuan maaf, badanmu tidak dapat pulih. Engkau tetap menderita seumur hidup. Jika karena pertemuan ini, aku sebagai tawanan telah engkau bebaskan dan negara seisinya engkau kembalikan kepadaku, sesal itu akan semakin menindih sepanjang hidupku. Jika semula aku tidak mengajukan permintaan apapun, memang aku berharap engkau akan menguasai negara Pancalaradya beserta isinya yang telah kau taklukan dan kemudian menyingkirkan atau membunuh aku dan Gandamana. Hanya dengan cara itulah aku telah membayar lunas hutangku.”
“Sucitra, apakah kamu sudah tidak lagi mengenalku? Pernahkah muncul di dalam benakku ambisi untuk berkuasa? Bukankah engkau tahu kedatanganku ke tanah Jawa ini karena menolak jabatan raja di Negara Hargajembangan yang diberikan ayahanda Prabu Baratwaja? Apakah engkau juga pernah melihat aku haus darah, membunuh saudara ataupun sahabat?
“Kakang Kumbayana, dalam perjalanan hidup setiap orang akan berubah. Bukankah engkau telah merasakan perubahan pada diriku? Demikian pula yang aku rasakan bahwa kaupun telah berubah. Kita telah berubah! Kita bukan lagi sahabat. Pertemuan kita kali ini untuk menagih dan membayar hutang.”
Nada bicara Durpada meninggi. Rasa sakit hati atas perlakuan Durna di depan orang banyak telah menyingkirkan kembali rasa persahabatan yang sempat hinggap sejenak di hati.
“Baiklah! Bayarlah hutangmu dengan Bumi Sokalima.”
“Drona! Bumi Sokalima tidak akan ku berikan. Kecuali jika engkau membunuh aku dan Gandamana dan kemudian menguasai Negara Pancalaradaya.
“Engkau ini aneh Durpada, sebagai raja yang kalah perang engkau rela menyerahkan Negara Cempalaradya beserta isinya, tetapi tidak mau menyerahkan Bumi Sokalima yang merupakan bagian kecil dari Negara Pancalaradya”
“Engkau pun aneh Durna, jika engkau mau menerima Negara Cempalaradya, bukankah Bumi Sokalima menjadi milikmu?”
“Sucitra aku tidak ingin berbantahan dan bersengketa denganmu di hadapan para cantrik dan murid-muridku karena engkau adalah sahabatku. Cukup dengan merelakan Bumi Sokalima, hutangmu aku anggap lunas, dan diantara kita tidak ada masalah lagi.
“Durna! apakah kau kira aku tidak tahu kedengkian yang berada di balik jalan pikiranmu. Karena sesungguhnya engkau akan lebih berkuasa dengan mengembalikan Negara Pancalaradya kepadaku. Demikian pula ketika kami kau biarkan hidup, orang akan menilaimu sebagai seorang Guru yang penuh belas kasih. Dan itu semuanya akan semakin dikuatkan dengan keberadaanmu di Bumi Sokalima sebagai maha guru yang mempunyai pengaruh tak terbatas. Oo Durna, Durna…”
Durna tidak lagi mempedulikan omongan Durpada, Guru besar Sokalima tersebut melangkah meninggalkan Pendapa sembari memberi isyarat kepada Bimasena untuk mengantar kembali Durpada dan Gandamana ke Negara Pancalaradya.
Napas Sucitra mulai tidak teratur, ada gejolak emosi yang sengaja diredam. Pertemuannya dengan Kumbayana selain membawa pikiran dan perasaannya mengembara ke masa lalu sebagai sahabat, tetapi juga menyadarkan bahwa mereka sekarang bukan lagi sahabat. Mereka adalah dua orang musuh yang seorang menagih hutang, sedangkan yang lain membayar hutang. Sucitra ingin membayarnya lunas hutangnya, Sedangkan Kumbayana belum mau menerima pelunasan. Ia ingin mempermainkan Sucitra sepuas-puasnya dihadapan murid-muridnya.
“Baik Durna!“ Jika sekarang engkau tidak membunuhku dan Gandamana, jangan menyesal jika suatu hari nanti akulah yang akan membunuhmu!”
Pada saat kemarahannya merambat sampai ke ubun-ubun, Puntadewa, Bimasena dan Harjuna menghampirinya dengan penuh hormat. Keuali Bimasena, mereka menyembah Prabu Durpada dan Gandamana sembari bersimpuh di hadapannya. Gejolak amarah yang memuncak berangsur turun. Mereka sungkan untuk mengumbar amarahnya di hadapan anak-anak Pandudewanata.
Sepeninggal Pandita Durna ke ruang dalam, suasana menjadi lengang, para murid dan penduduk Sokalima berangsur-angsur meninggalkan halaman pendapa induk padepokan. Prabu Durpada dan Raden Gandamana tidak menolak ketika dibimbing Puntadewa dan Harjuna serta Bimasena untuk meninggalkan pendapa padepokan menuju gledhekan (jalan besar di depan pendapa induk). Dua ekor kuda tunggangan telah disiapkan bagi kedua orang pepundhen tersebut. Dengan senyum keramahan beberapa orang cantrik mempersilakan Prabu Durpada dan Gandamana naik ke punggung kuda. Sebelum masing-masing memacu kudanya, mereka menoleh ke arah anak-anak Pandudewanata dengan tatapan mata yang sulit diterjemahkan. Mungkin Durpada dan Gandamana bangga mempunyai cucu-cucu seperti para Pandawa. Mungkin juga orang nomor satu dan nomor dua dari Pancalaradya tersebut menganggap para Pandawalah yang menjadi penyebab Durna dapat mempermainkan mereka seenaknya di depan umum. Tetapi mungkin juga Raja dan Patih Pancalaradya tersebut mengucapkan terimakasih, karena atas jasa cucu-cucu Pandawa mereka telah terbebas dari belenggu rantai karma.. Tetapi yang pasti, di dalam hati Prabu Durpada telah tumbuh dendam baru dan tentunya dendam itu akan dihidupi di dalam hidupnya.
Suara keteprak kaki kuda yang membawa Durpada dan Gandamana meninggalkan luka di tanah. Luka itu semakin panjang, sepanjang perjalanan hidup Prabu Durpada dan Gandamana.
herjaka HS
20 Januari 2008
Tokoh Wayang
Kelahiran Semar
Sang Hyang Wenang berputra satu yang bernama Sang Hyang Tunggal. Sang Hyang Tunggal kemudian beristri Dewi Rekatawati putri kepiting raksasa yang bernama Rekata. Pada suatu hari Dewi Rekatawati bertelur dan dengan kekuatan yang menetap dari Sang Hyang Tunggal. Telur tersebut terbang menghadap Sang Hyang Wenang, akhirnya telur tersebut menetas sendiri dengan berbagai keajaiban yang menyertainya, dimana kulit telurnya menjadi Tejamantri atau Togog, putih telurnya menjadi Bambang Ismaya atau Semar dan kuning telurnya menjadi Manikmaya yang kemudian menjadi Batara Guru.
Dalam riwayat lain telur tersebut menetas menajadi langit, bumi dan cahaya atau teja. Sehingga dikatakan bahwa Semar adalah tokoh dominan sebagai pelindung bumi.
[sunting] Persaingan atas suksesi kepimimpinan
Mereka bertiga sangat sakti dan semua ingin berkuasa seperti Ayahandanya Sang Hyang Tunggal, akan tetapi menjadi perdebatan sehingga menimbulkan pertengkaran. Dikisahkan atas (kecerdikan (?) atau keculasan (?) Manikmaya) yang sebenarnya iapun mempunyai keinginan yang sama dengan mereka, Manikmaya mengajukan usul perlombaan untuk menelan gunung kemudian memuntahkannya kembali. Dari sini banyak pelajaran yang dapat diambil karena gunung itu merupakan sesuatu untuk menancapkan atau mengokohkan kedudukan dibumi akan tetapi diperlombakan untuk ditelan walau kemudian untuk dimuntahkan kembali.Kemudian pelajaran yang diambil adalah janganlah memperebutkan sesuatu yang bukan haknya serta janganlah terhasut oleh usul yang nampaknya baik dan masuk akal.
Tejamantri yang mulai perlombaan pertama ternyata gagal untuk menelan gunung, dikarenakan tidak cukup ilmunya maka terjadi perubahan terhadap mulutnya. Bambang Ismaya kemudian berusaha untuk menelan sebuah gunung dan berhasil akan tetapi sesuatu yang sudah ditelan pasti akan berubah dan Bambang Ismaya tidak dapat memuntahkannya kembali sehingga terjadi perubahan fisik pada perutnya yang membesar. Secara ilmu memadai akan tetapi kurang untuk memuntahkannya kembali.
Karena menelan gunung inilah maka bentuk Semar menjadi besar, gemuk dan bundar. Proporsi tubuhnya sedemikian rupa sehingga nampak sebagai orang cebol. Manikmaya dalam cerita tidak dikatakan mengikuti perlombaan meski ia sendiri yang mengusulkan perlombaan ini, ia dikabarkan malah pergi memberitahukan periha kedua kakaknya kepada Sang Hyang Wenang. Atas berita dari Manikmaya tersebut Sang Hyang Wenang membuat keputusan bahwa Manikmayalah yang akan menerima mandat sebagai penerus dan menjadi raja para dewa.
19 Januari 2008
Kesehatan
Jika anda atau suami anda mengalami :
Ejakulasi dini, hubungan sex tidak tahan lama, pria "menit"an, penis berukuran "mungil", penis kurang besar, kurang panjang, penis berdiamater kecil, ereksi lemah & loyo, produksi air mani sedikit, prostat yang lemah, kurang percaya diri, gairah sex yang rendah, bergantung dengan obat-obat kuat seperti viagra dan hubungan sex yang tidak memuaskan dan...STOP! CUKUP SUDAH!! Kini anda tidak perlu mengalaminya lagi!Jujur saja kita bisa menyebutkan lebih banyak lagi ketidakmampuan pria dalam urusan penis & kehidupan sexualnya! tapi itu tentu saja hanya akan menyindir & semakin menyakiti perasaan anda yang mengalaminya bukan?.. Apa BEDANYA dengan situs sejenis yang berharga LEBIH MURAH & AMATIRAN?Kalimat singkat yang paling tepat adalah "Ada Harga Ada Rupa"Silahkan anda BANDINGKAN SELURUH FASILITAS yang anda dapatkan: + Metode & Tehnik TERBARU + TERLENGKAP tidak ada di situs web manapun! jangan pernah percaya jika ada yang mengaku-aku sama! Tahukah anda? di internet banyak yang menjual metodenya bahkan ditambahkan bonus tak berguna namun tak satupun yang akan sesuai dengan kebutuhan anda! tidak seprofesional & selengkap RP! coba simak testimonial tulus para member dibawah ini .+ Manual ONLINE profesional (bisa dibaca ONLINE kapan saja TANPA perlu download, tidak cuma sekedar e-book biasa) + Manual OFFLINE e-book (bisa anda download & print out) + Ratusan FOTO Latihan + Puluhan VIDEO Latihan satu-satunya di Indonesia! (download) + Super Bonus SUPER LENGKAP tiada duanya! + Program Reseller resmi (tanpa biaya tambahan) dan masih banyak lagi!! yang TIDAK ADA DI SITUS WEB MANAPUN! walau ada yang mengaku-ngaku sama sekalipun!Lihatlah di search engine google anda akan menemukan begitu banyak member yang puas lalu menjadi reseller & merekomendasikan ke berbagai media di internet!! dan anda akan mengerti mengapa HANYA RP yang memiliki seluruh fasilitas & popularitas tersebut.
Lihatlah halaman demi halaman seluruh isi website RP... begitu berbeda! Pastikan anda tidak kecewa & uang anda tidak terbuang sia-sia hanya karena alasan lebih murah!cek juga KEPUASAN TULUS para member yang banyak terbantu dengan METODE LUARBIASA ini!100% TANPA REKAYASA! RP tidak akan membodohi anda seperti yang dilakukan situs amatiran, karena tanpa testimonialpun anda sudah tahu mengapa RP begitu FENOMENALnya di komunitas Internet silahkan klik TESTIMONIAL MEMBER sedang loading tunggu sebentar...